Dosen UMMADA Cirebon Laksanakan Program Hibah PKM: Ekstraksi Antosianin Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Pemberian Makanan Tambahan dalam Pencegahan Stunting di Desa Sarewu, Kuningan

Kuningan – Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen yang terdiri dari Ade, Mariam, dan Siti Difta memperkenalkan inovasi produk berbasis potensi lokal dengan judul:

“Buser (Sabun-Sabun Serai): Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK dalam Diversifikasi Berbasis Minyak Atsiri Sereh di Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan.”

Latar Belakang Program

Desa Sarewu dikenal memiliki potensi alam yang cukup besar, salah satunya adalah tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang tumbuh subur di pekarangan maupun lahan masyarakat. Selama ini, serai lebih banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau bahan tradisional untuk kesehatan, namun nilai ekonominya masih terbatas.

Melihat potensi tersebut, tim dosen UMMADA Cirebon berinisiatif untuk melakukan diversifikasi pemanfaatan serai menjadi produk sabun alami berbasis minyak atsiri. Produk ini diberi nama Buser (Sabun-Sabun Serai) sebagai bentuk inovasi sekaligus upaya branding agar mudah dikenal masyarakat.

Sabun Serai: Dari Bahan Tradisional Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Minyak atsiri sereh memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain sebagai antibakteri, antijamur, serta memberikan aroma segar yang menenangkan. Dengan memanfaatkannya sebagai bahan dasar sabun, produk Buser diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kebersihan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Selain itu, sabun berbasis bahan alami semakin diminati masyarakat modern yang mulai beralih dari produk berbahan kimia. Hal ini membuka peluang besar bagi ibu-ibu PKK untuk mengembangkan usaha rumah tangga yang bernilai ekonomis tinggi dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Melalui Pelatihan

Dalam program PKM ini, tim dosen memberikan pelatihan langsung kepada ibu-ibu PKK Desa Sarewu tentang cara mengekstraksi minyak atsiri dari sereh serta teknik membuat sabun berbahan alami.

Metode pelatihan dilakukan secara praktik langsung (hands-on training) sehingga peserta dapat memahami seluruh tahapan produksi mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan, hingga pengemasan produk yang siap jual.

Selain keterampilan teknis, tim dosen juga memberikan materi mengenai kewirausahaan, strategi pemasaran, dan manajemen usaha sederhana agar produk Buser tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bisa dipasarkan secara lebih luas melalui UMKM desa.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Melalui program ini, ibu-ibu PKK mendapatkan pengetahuan baru sekaligus keterampilan praktis yang dapat menunjang peningkatan ekonomi keluarga. Produk Buser berpotensi menjadi salah satu ikon UMKM Desa Sarewu, yang tidak hanya menambah nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas desa sebagai penghasil produk inovatif berbasis lokal.

Secara sosial, kegiatan ini juga mendorong solidaritas dan kerjasama antaranggota PKK, karena mereka bekerja sama dalam proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan demikian, PKM Hibah ini tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperkuat jejaring sosial masyarakat.

Sinergi dengan Program Nasional dan SDGs

Inovasi Buser sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin “Decent Work and Economic Growth” dan “Responsible Consumption and Production.”

Dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan, program ini juga mendukung gerakan pengurangan ketergantungan terhadap produk berbahan kimia yang dapat mencemari lingkungan.

Harapan dan Keberlanjutan Program

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain dengan potensi serupa. Jika produk Buser berhasil dikembangkan secara konsisten, bukan tidak mungkin Desa Sarewu bisa menjadi sentra produksi sabun alami berbasis serai yang memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.

Selain itu, dosen UMMADA Cirebon menargetkan agar program pengabdian ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi terus berlanjut dengan pendampingan sehingga ibu-ibu PKK benar-benar mampu mengelola usaha sabun serai secara mandiri.

Penutup

Kegiatan PKM Hibah yang dilaksanakan oleh dosen Ade, Mariam, dan Siti Difta merupakan salah satu wujud nyata komitmen UMMADA Cirebon dalam membangun kemandirian masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya inovasi Buser (Sabun-Sabun Serai), diharapkan Desa Sarewu dapat semakin maju dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.

UMMADA Cirebon akan terus mendukung terciptanya inovasi-inovasi baru yang berbasis potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected]
/ [email protected]