Cirebon – Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim dosen dan mahasiswa berhasil meraih pendanaan hibah Program Mahasiswa Berdampak (PMB) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tim ini terdiri dari tiga dosen muda inspiratif yaitu Fika Nurul Hidayah, Diyanah Kumalasary, dan Tomi, serta didukung penuh oleh mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Eksekutif tahun 2024 dan 2025. Mereka mengusung program berjudul “Pemberdayaan Komunitas Disabilitas melalui Pembuatan Abon Lele Pencegah Stunting (Abon Lenting) di Desa Durajaya.”
Inovasi dari Desa untuk Negeri
Program yang diloloskan ini tidak hanya sebatas kegiatan pengabdian masyarakat, melainkan menjadi solusi nyata terhadap dua persoalan penting: pemberdayaan komunitas disabilitas dan pencegahan stunting.
Desa Durajaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, termasuk komunitas disabilitas yang perlu diberdayakan. Di sisi lain, isu stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan.
Melalui inovasi Abon Lenting—abon lele yang diformulasikan sebagai makanan bergizi tinggi—tim ini berupaya memberikan jawaban nyata. Produk ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi komunitas disabilitas.
Sinergi Dosen dan Mahasiswa
Capaian ini membuktikan sinergi antara dosen dan mahasiswa UMMADA Cirebon berjalan dengan baik. Dosen berperan sebagai pembimbing dan pengarah, sementara mahasiswa melalui organisasi BEM menjadi motor penggerak lapangan.
Partisipasi BEM Eksekutif 2024 dan 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa UMMADA tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga konsisten mengembangkan kapasitas kepemimpinan, empati sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Mendukung Program Nasional
Program ini selaras dengan agenda nasional dalam penanganan stunting yang telah menjadi prioritas pemerintah. Selain itu, pemberdayaan komunitas disabilitas juga sejalan dengan semangat inklusi sosial yang digaungkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Hibah yang diperoleh akan digunakan untuk pelatihan produksi abon lele, penyediaan fasilitas pendukung, pendampingan bisnis, hingga distribusi produk ke masyarakat luas. Harapannya, Abon Lenting dapat berkembang menjadi produk unggulan desa yang memiliki daya saing pasar sekaligus menjadi simbol keberdayaan komunitas disabilitas.
Suara dari Tim
Dalam kesempatan wawancara, salah satu dosen pembimbing, Fika Nurul Hidayah, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ini. Menurutnya, hibah ini adalah bukti bahwa UMMADA Cirebon mampu bersaing secara nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hal senada disampaikan oleh Diyanah Kumalasary, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan program. Sementara itu, Tomi menambahkan bahwa inovasi Abon Lenting adalah langkah awal menuju pengembangan produk-produk berbasis kearifan lokal yang dapat menjadi solusi gizi sekaligus peluang ekonomi.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran besar dalam menjawab tantangan sosial. Bagi anggota BEM 2024 dan 2025 yang terlibat, pengalaman ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis dalam bidang riset dan pengabdian masyarakat, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang berorientasi pada kebermanfaatan.
Lebih jauh, UMMADA Cirebon berharap capaian ini mampu menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi, baik melalui jalur penelitian maupun pengabdian.
UMMADA Cirebon: Kampus Unggul dan Islami
Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berorientasi kesehatan, UMMADA Cirebon terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang terintegrasi dengan nilai Islam dan berlandaskan kemanfaatan bagi masyarakat. Hibah ini menjadi salah satu wujud nyata dari implementasi visi dan misi universitas dalam mencetak lulusan yang berdaya saing, berkarakter Islami, dan berdampak positif bagi pembangunan masyarakat.
Penutup
Program Abon Lenting bukan sekadar inovasi pangan, tetapi sebuah gerakan sosial yang memperkuat inklusi dan kemandirian desa. UMMADA Cirebon melalui dosen dan mahasiswanya membuktikan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga agen perubahan bagi masyarakat.
Dengan adanya dukungan hibah ini, Desa Durajaya diharapkan menjadi contoh sukses pemberdayaan berbasis masyarakat, khususnya komunitas disabilitas. Ke depan, UMMADA Cirebon siap untuk terus mengembangkan program-program serupa yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected]
/ [email protected]



